HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Polda Sumut Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Subsidi ke Non Subsidi di Marelan

Medan (SP) - Ditreskrimsus Polda Sumut, Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) membongkar praktek pengoplosan gas bersubsidi tabung 3 kg kedalam tabung 12 dan 50 kg. Praktek merugikan negara dan konsumen itu terjadi di Jalan Marelan, Pasar 2, Komplek Marelan Permai, Kel Titipapan, Kec Medan Marelan pada Rabu (26/9/2018) sekira pukul 15:00 Wib.

Adapun terduga tersangka dalam kasus ini yaitu Ali Hamka Hasibuan, dimana terduga sudah melakukan praktek kejahatan ini berkisar 11 bulan lamanya.

"Awalnya terduga pelaku membeli gas elpiji 3 kg dari kios-kios, kemudian memindahkan isi tabung gas 3 kg itu kedalam tabung gas 12 dan 50 kg (dioplos) dan dijual kekonsumen di Kota Medan sekitarnya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Toga Habinsaran melalui Pj Kasubdit Indag, Kompol Roman SIK didampingi Kasubbid Penmas AKBP M.P Nainggolan SH MH kepada wartawan pada Jumat (28/9/2018) sore.

Dari lokasi, pihak kepolisian mengamankan 92 tabung gas 3 kg bersubsidi berisi dan 350  tabung gas 3 kg kosong, 15 tabung gas ukuran 50 kg berisi, 22 tagubg gas 50 kg kosong, 8 tabung gas 12 kosong, 1 tabung gas 12 berisi, 7 buah alat pemindahan isi tabung gas, obeng, 2 unit timbangan, 1 unit mobil grand max BK 9085 DA, 1 unit mobil L300BK 8876 XB.

"Kita (kepolisian) mempersangkakan terduga tersangka dengan dugaan tindak pidana menyalahgunakan perdagangan gas bersubsidi pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 huruf b UH Darurat Nomor 7/DRT/1955 tentang tindak pidana ekonomi Jo peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan Jo memproduksi dan atau memperdagangkan barang berupa LPG yang tidak sesuai itu yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang undangan sebagaimana pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8ayat 1 huruf a, b dan c UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen lebih subsider lagi melanggar pasal 53, 54 huruf d UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi Jo pasal 1 angka 8 peraturan menteri ESDM RI nomor 13 tahun 2018 tentang kegiatan penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas dan LPG dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun. Berdasarkan pengakuan terduga bahwa praktek mengoplos ini sudah berkisar 11 bulan lamanya dilakukannya," ujar Roman menjelaskan.(reza/rel)

Teks foto : pihak kepolisian memaparkan pengungkapan kasus

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *