HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Ditresnarkoba Polda Sumut Lidik Dua Komplotan Polisi 'KW' Resahkan Masyarakat

Medan (SP) - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH mengaku akan melakukan lidik atas adanya informasi masih ada dua komplotan polisi gadungan (KW) lagi yang belum ditangkap, dua komplotan ini merupakan kelompok atau teman-teman dari Herman CS yang telah dilakukan penangkapan terlebih dahulu.

"Benar atas adanya informasi dari Herman CS mengaku bahwa masih ada dua kelompok lagi pelaku seperti mereka yaitu menyaru sebagai polisi gadungan, lalu menangkap pecandu, pengedar atau bandar narkoba setelah ditangkap lalu dilepas dengan uang tebusan jutaan rupiah," kata Kapolda Sumut kepada awak media pada Kamis (25/10/2018) siang.

Herman yang berperan sebagai polisi gadungan jika melakukan aksi ini menyatakan kepada pihak kepolisian bahwa di (Provinsi Sumatera Utara) masih ada dua kelompok lagi yang selalu beraksi sebagai komplotan polisi gadungan.

"Mohon doanya agar bisa kita tangkap, memang kasus seperti ini sangat membahayakan. Kepada masyarakat, apabila ada keluarganya yang menjadi pecandu narkoba dan kemudian ada anggota yang menggaku anggota polri dan bisa membebaskan segera laporkan. Jangan mudah percaya dan tertipu dengan situasi ini, para pelaku menyaru sebagai anggota polri dengan seragam dan perlengkapan dinas," terang Kapolda Sumut didampingi oleh Direktur Reserse Naekoba (Dirresnarkoba) Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung dan Wadirresnarkoba AKBP F Yusandy SIK.

"Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1 barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa menyembunyikan persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia suatu senjata pemukul yang terpendam atau senjata penulis hukum dengan hukuman penjara setinggi-tinggi 10 tahun serta pasal 368 tentang pemerasan," ungkap Kapolda Sumut.

Sebelumnya, komplotan pelaku yang selalu melakukan aksi kejahatan dengan menyaru sebagai anggota kepolisian ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut pada Senin (22/10/2018) sekira pukul 17:00 Wib di Jalan Wahid Hasyim Medan. Modus pelaku yaitu menangkap pecandu, pengedar bahkan bandar narkoba. Setelah ditangkap, lalu pelaku melepas korbannya dengan memberikan sejumlah uang.(reza)

Teks foto : Kapolda Sumut didampingi Dirresnarkoba dan Wadirresnarkoba memaparkan hasil pengungkapan

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *