HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Ini Tanggapan MUI Labuhanbatu Tentang Vaksin Rubella

Labuhanbatu (SP) - Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama Dinas Kesehatan Labuhanbatu menggelar Rapat Evaluasi dan Upaya Peningkatan Capaian Target Imunisasi MR (Measless Rubella), pada Selasa (16/10/2018) diruang Data Setdakab Labuhanbatu.

Dalam rapat yang melibatkan sejumlah Forkopinda, OPD, Camat, Kapus, MUI Labuhanbatu dan tokoh agama, pihak Dinas Kesehatan Labuhanbatu menyampaikan, bahwa pelaksanaan Vaksin Rubella di Labuhanbatu telah dilakukan. Namun,  hasilnya sangat minim.

"Ada 28.235 anak berusia 9 bulan sampai 6 Tahun, namun yang mau diimunisasi 2121 anak. Sedangkan untuk Usia 7 sampai 12 tahun dari 29.515 anak, yang mau di imunisasi 17.602, dan untuk diusia 13 sampai 15 tahun berjumlah 23.124 anak, yang mau diimunisasi hanya 4.395. Ini terjadi akibat banyak faktor, diantaranya ketakutan orang tua, berita hoax dan adanya kandungan haram didalam vaksin. Untuk itu, kita gelar rapat ini, agar bisa memenuhi target pemerintah, sebab, hanya vaksin yang bisa menyelamatkan jika terjangkit virus rubella," papar Kadis Kesehatan Labuhanbatu Tinur Bulan.

Atas paparan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu melalui Ketua MUI Rantau Utara H. Rendi Fitra Yana Lc.M.H.I menyampaikan tanggapan dimana,

Pertama, mengkoreksi pernyataan bahwa yang menyelamatkan itu Allah Swt bukan vaksin. tapi kalau vaksin adalah ikhtiyar baru benar.Kedua, turut prihatin atas penyakit campak yang diderita anak kami Nizam, ketiga Surat edaran dukungan vaksin rubella dari Muhammadiyah tanggal 12 Juli 2018 dan NU tanggal 10 Agustus 2018. Ternyata keluar sebelum adanya Fatwa MUI no 33 tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018. Keempat, sebelum Fatwa keluar, kementrian kesehatan telah melakukan kebohongan publik dengan mengatakan vaksin rubella halal.Kelima, Fatwa MUI no. 33 tahun 2018 tidak berisi anjuran kepada ummat untuk melakukan vaksin hanya menyatakan mubah (boleh) sementara karena dianggap darurat dan hasil Muzakarah MUI Labuhanbatu meminta agar Pemerintah tidak memaksakan agar semua anak muslim di vaksin rubella.Keenam. UU no.33 tahun 2014.JPH, Jaminan Produk Halal, telah mengamanahkan agar pemerintah memperhatikan produk halal termasuk obat obatan.

"Pertanyaan kami. Pertama, Siapa Nizam? dan bagaimana ia bisa terkena rubella?, kedua, Berita di Media tentang korban akibat vaksin Rubella, benarkah adanya?, ketiga, dapatkah dipastikan bahwa orang yang sudah di vaksin tidak akan terkena virus rubella? Dan keempat, Wajibkah imunisasi vaksin rubella? adakah sanksi bagi mereka yang tidak mau," ucapnya.

Atas pertanyaan tersebut, Pemkab Labuhanbatu memberikan jawaban bahwa, pertama, Nizam warga Balai Desa dan terkena virus  rubella bawaan dari kandungan ibunya, kedua, Berita kebanyakan hoax, ketiga, Orang yang telah divaksin kemungkinan kena virus rubella masih ada. karena hanya 80% vaksin berfungsi dan keempat Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.

Atas jawaban tersebut, Rendi Menyampaikan Rekomendasi para Ulama Labuhanbatu agar Pemerintah dipersilahkan memberikan vaksin yang ada kepada umat non muslim serta mencarikan vaksin halal untuk ummat Islam.(hendro)

Teks Foto : Ketua MUI Kecamatan Rantau Utara. H.Rendi Fitra Yana Lc.M.H.I  saat menyampaikan tanggapan atas vaksin rubella

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *