HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Jual Shabu 'KW', Komplotan Herman CS Ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumut

Medan (SP) - Puas karena aksinya berhasil, komplotan pelaku kejahatan menyaru sebagai polisi (polisi gadungan) menangkap dan melepas (tangkap-lepas) para korbannya yang khusunya pengguna ataupun pengedar narkoba akhirnya berhenti ditangan polisi. Dimana Komplotan ini ditangkap Ditresnarkoba Polda Sumut pada Senin (22/10/2018) sekira pukul 17:00 Wib di Jalan Wahid Hasyim Medan.

Rupanya, selain melakukan tangkap lepas dengan meminta sejumlah uang kepada korbannya. Komplotan polisi 'KW' atau Gadungan ini juga menjual narkoba berbagai jenis, tetapi narkobanya pun 'KW' alias palsu. Tidak tanggung-tanggung, para pelaku juga menggunakan senjata api jenis sofgun untuk mendukung aksinya.

"Kami sudah dua kali melakukan aksi, pertama kami melakukan penangkapan terhadap Herman kemudian kami lepas dengan tebusan 2 juta pada hari Jumat tanggal 19 Oktober 2018 melakukan transaksi narkoba berpura-pura sebagai polisi dan menyerahkan sabu palsu kepada Nassar di Mandala dan belum ada menerima uang dan terakhir kami ditangkap polisi," kata Herman, satu dari lima tersangka yang perannya sebagai polisi 'KW' dan selalu memakai pakaian dinas.

Namun, diaksi yang terakhir ini sangat unik, dimana para pelaku sempat menodongkan senjata api jenis Sofgun kepada pihak kepolisian.

"Kami berniat menjual narkoba palsu kepada pihak kepolisian seharga Rp 53 juta, setelah disepakati, lokasi ketemu yaitu di Jalan Wahid Hasyim, ketika bertemu dilokasi, saya langsung menodongkan senjata saya kepada petugas kepolisian. Rupanya yang menjadi target kami adalah polisi. Hingga akhirnya kamipun ditangkap," kata Herman menceritakan akhir dari kisah kejahatannya kepada pihak kepolisian.

"Dikarenakan tergiur uang puluhan juta rupiah, para pelaku tidak sadar, rupanya mereka sedang bertransaksi dengan pihak kepolisian yang sedang menyaru sebagai pembeli narkoba mereka. Hingga akhirnya para pelaku berhasil ditangkap," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH  saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ini di Mapolda Sumut pada Kamis (25/10/2018) sore.

Komplotan pelaku yang menyaru sebagai polisi gadungan yang berhasil diamankan diantaranya Herman (52) warga Jalan Sei Mencirim Asri, Kec Sunggal Deli Serdang. Periadi alias Peri (38) warga Jalan Pasar I Tanjung Sari. Biembi Facdo (29) warga Jalan Sawit I Perumnas Simalingkar. Rudi Hartono (33) warga Jalan Puskesmas Gg Buntu Kelurahan Sunggal dan Ismail Nugroho (38) warga Jalan Pasar I Tanjung Sari.

Barang bukti yang disita dari para pelaku yaitu 1 bungkus plastik berisikan tawas, satu bungkus plastik besar bungkus kuaci Cina berisikan gula batu, sebanyak 257 butir pil ekstasi palsu, satu unit senjata api jenis airsoft gun warna hitam, satu senjata api jenis airsoft gun warna putih, 4 butir peluru jenin FN, ayam 10 lembar uang palsu dengan rincian Rp 20.000 sebanyak 8 lembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 2 lembar, 1 buah borgol, 1 buat tanda kewenangan Polri, 1 buah baju PDL warna coklat, satu unit mobil Daihatsu merk Xenia warna silver BK 1355 EF.

"Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1 barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa menyembunyikan persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia suatu senjata pemukul yang terpendam atau senjata penulis hukum dengan hukuman penjara setinggi-tinggi 10 tahun serta pasal 368 tentang pemerasan," ungkap Kapolda Sumut.(reza)

Teks foto : Herman (memakai) baju biru diinterogasi petugas kepolisian

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *