HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Kapolres Labuhanbatu Kunjungi Rumah Suheri, Keluarga Enggan Dilakukan Otopsi

Labuhanbatu (SP) - Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang SIK mengaku sudah mendatangi rumah duka, Suheri yang dikabarkan telah meninggal dunia setelah beberapa jam ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Labuhanbatu pada Jumat (6/10/2018) malam.

Hal itu disebutkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK melalui Kasubbid Penmas AKBP M.P Nainggolan SH MH ketika diwawancarai wartawan diruangan kerjanya pada Senin (8/10/2018) siang.

"Iya saya sudah berkomunikasi dengan Kapolres Labuhanbatu, beliau (Kapolres) baru pulang dari rumah duka (Suheri), jenazah Suheri sudah dikebumikan (dimakamkan)," ujar Kasubbid Penmas kepada wartawan.

Sampai saat, menurut keterangan dari Kapolres Labuhanbatu bahwa keluarga Suheri enggan untuk dilakukan otopsi.

"Kapolres sudah menyarankan agar diotopsi, tapi keluarga Suheri tidak bersedia dilakukan otopsi terkait kematian Suheri, kepolisian tidak bisa memaksa jika itu kemauan dari pihak keluarga," ungkap AKBP MP Nainggolan.

Alasan keluarga Suheri tidak mau dilakukan otopsi, lanjut Nainggolan menyebutkan bahwa keluarga Suheri juga memahami kondisi kesehatan Suheri.

"Suheri ada riwayat penyakit, jadi alasan punya riwayat penyakit makanya keluarga ikhlas dan enggan untuk di otopsi," ujarnya menjelaskan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Satresnarkoba Polres Labuhanbatu menangkap Suheri dan rekannya Gunawan.

Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi mengatakan Suheri alias Eri ditangkap bersama rekannya Gunawan Jumat (5/10) sekitar pukul 22.00 wib, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Saat penangkapan sambungnya, personilnya berhasil menemukan barang bukti sebanyak 19 plastik diduga sabu-sabu yang diantaranya ditemukan dari tersangka Gunawan alias JK dan dari sekitar rumah Eri.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu. Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhanbatu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ditanya apakah ada catatan medis yang diberikan dokter untuk memastikan penyebab kematian Eri, Kadek mengaku bahwa dokter tidak ada memberi rekam medis.(tim)

Teks foto : Suheri

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *