HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Kerjasama BI BPODT dan Pemkab Tobasa Target Datangkan Wisman dan Pengembangan Ekonomi Kawasan Danau Toba

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Tobasa melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama
Tobasa (SP) - Kerjasama pengembangan ekonomi di kawasan Danau Toba antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) dengan pemerintah Kabupaten Toba Samosir telah dilakukan, kerjasama itu dibuktikan dengan adanya peresmian dan penandatanganan MOu dari ketiganya pada Jumat (16/11/2018) sore di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir

"Salam Sejahtera untuk kita semua, pertama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkah dan rahmat-Nya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir bersama di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir ini untuk menghadiri Acara Peresmian Kerjasama Pengembangan Ekonomi Kawasan Danau Toba ini. Sebagaimana kita ketahui bersama kondisi Sumatera yang saat ini masih menunjukkan ketergantungan terhadap SDA yang sangat besar, dengan porsi sebesar 35%, menyebabkan pertumbuhan ekonomi Sumatera sejak 2014 hingga kini selalu berada dibawah pertumbuhan nasional. Tidak hanya itu, dinamika pertumbuhan ekonomi Sumatera disertai dengan fluktuasi yang cukup tinggi. Hal ini terutama disebabkan oleh masih bergantungnya kawasan Sumatera tersebut terhadap sektor ekonomi primer (ekstraktif), yaitu pertanian dan komoditas pertambangan. Selain itu, struktur ekspor Sumatera lebih berbasis sumber daya alam sehingga merosotnya harga komoditas berdampak signifikan pada kinerja ekspor, yang pada gilirannya mempengaruhi perlambatan kinerja di berbagai sektor pertanian. Sementara itu, masih tingginya ketergantungan impor bahan baku/barang antara dalam produk atau kegiatan ekspor, menyebabkan sektor industri berorientasi ekspor tidak dapat secara optimal memanfaatkan depresiasi rupiah untuk meningkatkan kinerja ekspor. Untuk menjawab tantangan struktural tersebut agar mencapai pertumbuhan Sumatera yang Strong, Sustained, Balanced and Inclusive, serta dalam mendukung target Current Account Defisit (CAD) kurang dari 2%, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penguatan sektor pariwisata melalui peningkatan investasi dan promosi," kata Suhaedi, Kepala Departemen Regional 1 Sumatera, Bank Indonesia diacara peresmian.

Terkait dengan sektor pariwisata, kontribusi pariwisata dalam perolehan devisa nasional merupakan salah satu yang tertinggi. Pada tahun 2017 tercatat penerimaan devisa dari komoditas pariwisata (jasa perjalanan dan tranportasi penumpang) sebesar USD14,2 miliar, atau nomor tiga setelah CPO dan batubara. Namun, dibandingkan dengan pencapaian global maupun negara sekawasan, kontribusi pariwisata dalam perolehan devisa Indonesia masih terbatas dan berpotensi untuk ditingkatkan. Sebagai gambaran, penerimaan devisa pariwisata Thailand tahun 2016 mencapai USD 52,5 miliar, Singapura USD 18,4 miliar dan Malaysia USD 18,1 miliar.

"Walupun peringkat Travel and Tourism Competitiveness Index 2017 Indonesia naik 8 peringkat dibandingkan 2015, namun masih tertinggal dari Thailand. Aspek yang tertinggal paling jauh dari Thailand adalah jasa-jasa pendukung turisme yang meningkatkan akses dan kenyamanan pengunjung (akses & amenitas). Terkait dengan Kawasan Danau Toba, berdasarkan Berdasarkan analisa big data dari TripAdvisor, review wisatawan terhadap destinasi Danau Toba secara umum sudah cukup baik. Meskipun demikian, masih terdapat ruang untuk perbaikan yang cukup besar terutama di infrastruktur dan kebersihan," tambah Suhaedi.

"Dimulainya kerjasama pengembangan ekonomi di kawasan Danau Toba antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba ini. Maupun kerjasama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dengan Pemerintah Daerah Toba Samosir ini, diharapkan Kawasan Danau Toba yang sudah di tetapkan sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata nasional dapat semakin maju sehingga dapat menyumbang pencapaian target nasional 20 juta wisman pada tahun 2019 dan 25 juta wisman pada tahun 2025. Dampak lain yang lebih besar tentunya kita semua berharap akan semakin memperkuat perekonomian Kawasan Danau Toba pada khususnya dan Provinsi Sumatera Utara sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. Dari sisi implementasinya, kami berharap kerjasama ini tetap difokuskan pada tiga elemen utama pertumbuhan ekonomi. Yaitu, pertama, penguatan “modal fisik” melalui akselerasi pembangunan proyek infrastruktur. Kedua, penguatan “modal manusia”. Dan ketiga, yang tidak kalah pentingnya, adalah “peningkatan produktivitas” untuk melipatgandakan nilai tambah faktor-faktor produksi yang ada," terangnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arie Prasetyo, Direktur Utama Badan Pengelola Otoritas Danau Toba, Hulman Sitorus, Wakil Bupati Toba Samosir, Lukdir Gultom, Kepala Regional V Otoritas Jasa Keuangan, DR. Ir. H Wan Hidayati M.Si, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara, Mahendra Tiapta Sitepu, Direktur PT. Hagatekno Mediata Indonesia, Pemimpin Perbankan Himpunan Bank Negara Wilayah Sumatera Utara atau yang mewakili, Pimpinan BCA wilayah Medan atau yang mewakili, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia Wilayah Sumatera Utara, Kapolres Toba Samosir, Dandim Tapanuli Utara, Organisasi Perangkat Daerah Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Toba Samosir, Excecutive General Manager Angkasa Pura II - Kantor Cabang Silangit, General Manager Hotel yang berada di kawasan Parapat dan Samosir, Kepala Kantor SAR wilayah Medan atau yang mewakili, Perwakilan Pelaku Usaha di Kawasan Pariwisata Danau Toba, perangkat Desa dan masyarakat Sigapiton serta para tamu undangan lainnya.(reza/rel)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *