HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Bisnis Ayam Potong, Benny Diduga Diculik Suruhan Bos CV SK

Benny (pakai kaos bergaris)
Medan (SP) - Kasus Penculikan Benny (43) di Gudang Ayam Potong milik Benny Jalan Klambir V Medan diduga dilakukan atas perintah Bos pemilik CV SK, pada Minggu (9/9/2018) dan akhirnya kasus ini bergulir ke Polda Sumatera Utara.

Didampingi oleh pengacaranya Adv. Radius Purnawira, korban membuat pengaduan dan tertuanglah didalam STTLP Nomor LP/1233/IX/2018/SPKT/”III” Tanggal 15 September 2018 .

Saat dikonfirmasi wartawan, Benny menceritakan bahwa mulanya Korban (Benny) berbisnis Ayam potong dengan A alias R pemilik perusahaan CV SK, dan sudah dibuat perjanjian bahwa selama 2 tahun CV SK bisa menyediakan pasokan ayam potong kepada Benny setiap hari dengan perjanjian pembayaran menyusul, tetapi setelah berjalan kurang lebih 1 tahun, CV SK tidak bisa mengirim Ayam potong ke tempat Benny sesuai dengan perjanjian sebelumnya dengan alasan ada sedikit lagi yang belum dibayar oleh Benny.

Kemudian berapa kali Beni menghubungi CV, namun CV SK tidak bisa memenuhi sesuai dengan perjanjian, sehingga Benny melakukan pemesanan Ayam Potong ketempat lain dan sisa yang belum terlunasi di CV SK dibayar dengan menyicil melalui Rekening Istri A.

"Kami ada kerjasama bisnis ayam potong, sudah lebih satu tahun kamis berbisnis, dan saling percaya, tetapi karena Bos CV SK ingkar janji dan tidak memenuhi permintaan saya untuk dikirimkan ayam potong, saya pindah ketempat lain, utang saya selalu saya bayar dengan menyicil,” ungkap Benny

A pemilik CV merasa kecewa, lanjut Benny, sehingga mengutus pegawai CV SK, AR, R dan 6 orang preman untuk datang ke Gudang Ayam Benny di Klambir V untuk menagih utang tersebut.

"Saya tanya kemereka, Kalian ini siapa, lalu mereka mengaku disuruh A untuk menagih utangku," kata Benny.

"Karena tidak bisa langsung bayar sekaligus utang tersebut, saya dipaksa (diculik) dan dimasukkan dalam mobil Pajero Putih BK 10 99 KM kemudian dibawa ke Kebun Daerah Marelan Pasar IV yang sangat sepi, dipukuli sampai babak belur, berdarah-darah dan diancam akan dibunuh," terangnya.

Karena terancam dibunuh dan tidak kuat lagi karena dipukuli, Benny akhirnya pasrah, Pelaku memaksa Benny untuk menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta dan mengambil Mobil Pickup milik Benny sebagai jaminan kepada A untuk pembayaran utang.

Benny diancam dibunuh dan diculik kembali jika hal ini di laporkan ke Polisi, oleh karena terancam nyawanya, Benny terpaksa harus melapor ke Mapolda Sumut."Saya berharap agar kasus ini selesai," terang Benny kepada wartawan pada Jumat (9/11/2018) kemarin. (tim)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *