HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Dinas P3A Labuhanbatu Dampingi Korban Asusila Raih hak-nya

Labuhanbatu (SP) - Dengan beredarnya video mesum salah satu siswi MTS di Labuhanbatu yang sempat viral beberapa hari lalu menimbulkan dampak negatif tersendiri bagi korban berinisial S (15) warga kampung baru Labuhanbatu.

Salah satunya S terpaksa berhenti dari sekolahnya karena malu dan takut di buli kawan sekelasnya, selain itu S mendapat info dari teman sekelasnya bahwa dirinya telah di keluarkan pihak sekolah.

Melihat usianya yang masih anak anak kejadian ini sangat menjadi tekanan psikologis bagi korban, dimana seharusnya di usia dini itu dirinya harus mendapatkan hak nya memperoleh pendidikan.

Menyikapi kondisi korban Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak Labuhanbatu (DP3A) dan tim mengambil tindakan agar hak korban tidak hilang begitu saja.

Pada Sabtu (10/11/2018) sekira pukul 10:00 Wib, DP3A mendatangi sekolah tempat korban menimbah ilmu selama ini guna mengklarifikasi kejadian ini namun kepala sekolah saat itu tidak ada di lokasi sehingga tim hanya bertemu salah satu guru perempuan bermarga sembiring.

Dinas P3A yang di wakili Kabid Perlindungan hak perempuan dan perlindungan khusus anak, Hj.Tuti noprida di dampingi tenaga penegak hukum P2TP2 Iptu Murniati SH, Advokat P2TP2A linda Kuswana SH dan tenaga pendamping P2TP2A Wiwy pebriani S.P.siselaku psikolog melakukan mediasi dan klarifikasi.

Dari guru tersebut di dapat informasi pihaknya memang tengah melakukan rapat terkait posisi siswinya yang terlibat konten yang viral di medsos lewat Akun FB pribadi Si korban. Dari klarifikasi tersebut Tuti noprida meminta kepada pihak sekolah agar tidak mengeluarkan S dari sekolahnya, dan haris mensosialisasikan kepada murid nya untuk berhati hati dan bijak menggunakan medsos.

Di tempat terpisah saat di temui tim di rumahnya korban S.terlihat murung dan takut, namun dengan kelembutan hati Tim berhasil merayu korban untuk menceritakan sebenarnya yang terjadi, dengan wajah menunduk S menceritakan bahwa bukan dirinya yang menyebarkan video tersebut.

"Kejadian itu di rekam oleh pacar saya berinisial I (17) warga Pendoan pada Selasa (6/11/2018) malam di ruangan, ketika itu ibu saya keluar ke rumah tetangga. Itu di kirimnya ke mesenger saya, terus saya hapus video itu, saya juga munyuruhnya menghapus dari hp dia. Namun saya tidak mengerti tiba tiba Malam kamis sepulang saya belajar dari rumah uwak saya, saya di di beri tahu temen saya bahwa akun FB milik saya mengunggah video tersebut, sementara saya tidak punya video itu," ucap S menangis.

Saat di tanya sandi FB pribadinya, S mengatakan bahwa hanya I lah yang mengetahui sandi FB nya tersebut hingga berita ini di tayangkan korban tidak bisa lagi membuka akun FB miliknya itu.

Melihat fakta itu Iptu Murniati berpesan kepada korban agar berhati hati dan bijak menggunakan medsos terlebih yang berhubungan dengan pribadi.

Kepada si korban, Tuti Noprida memberikan nasehat dan menyemangati korban agar tidak larut dalam permasalahan ini.

"Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran yang sangat berarti, tetaplah semangat untuk meraih mimpimu kedepan, kamu harus tetap sekolah, kita dari tim yang sangat peduli terhadap kondisimu akan berusaha agar kamu tetap bersekolah," ujar Tuti Noprida.

Lebih lanjut Tuti noprida berharap kepada pihak sekolah untuk tetap menerima S untuk menyelesaikan pendidikanya di sekolah tersebut dengan tidak mengeluarkan S dari sekolah karena di kasus ini S adalah korban bukan tersangka.

Tuti juga mengatakan pihaknya akan terus mendampingi dan berupaya membantu korban termasuk mendapatkan haknya.

Karena terlalu viral video tersebut beberapa pihak meminta kepolisian untuk menangkap I pacar korban karena diduga sementara warga pendoan inilah yang menyebarkan video tersebut.(hendro)

Teks foto : Tim DP3A berdialog di sekolah

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *