HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Keindahan Danau Toba 'Tersohor'

Keindahan Danau Toba (Foto di Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir) 
Simalungun (SP) - Danau Toba dilihat dari manapun tetap dan akan terlihat sangat indah, keindahan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat yang memandangnya. Danau yang dikelilingi oleh delapan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara harus dijaga bersama agar keindahannya tidak hilang dan bahkan makin tersohor (terkenal/ternama) ke negeri lain (selain Indonesia).

Selain didukung pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasudutan (Humbahas), Samosir, Dairi, Karo, Pakpak Bharat dan Simalungun, Pemerintahan Provinsinya Sumatera Utara dan pemerintah pusat juga sangat mendukung destinasi wisata ini agar memiliki level setara atau lebih tinggi dengan Pulau Dewata Bali di Provinsi Bali. Sebagaimana diketahui bahwa Pulau Bali terkenal dengan julukan sebagai "Pulau Dewata" karena kentalnya budaya Hindu, seperti banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk dewata penjaga di berbagai tempat di Bali

Selain dukungan pemerintah, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) juga turut campur tangan memberikan dukungan agar danau toba ini bisa menarik minat wisatawan mancanegara (Wisman) sesuai dengan targetnya.

Semakin seriusnya pemerintah mendukungnya, infrastruktur yang memadai seperti jalan raya, bandara, hotel, terminal juga akan dan sudah dibangun dibeberapa kabupaten yang mengelilingi Danau Toba. Jadi Wisman akan semakin mudah dalam menikmati masa liburan dan akhir pekannya.

Akhirnya, setelah dengan mudahnya mencari berbagai informasi mengenai Danau Toba diberbagai media massa, (koran, televisi, radio, internet). Saya merasa sangat tertarik dan saya pun memutuskan untuk berlibur ke Danau Toba.

Saya memutuskan melakukan kunjungan ke Danau Toba yang merupakan danau tekto-vulkanik yang terletak di pulau Samosir, Sumatera Utara. Danau yang menjadi destinasi andalan daerah tersebut memiliki pesona yang tiada duanya. Hamparan perbukitan hijau serta dikelilingi jernihnya air danau memberikan sensasi tersendiri sebagai danau terbesar di Asia Tenggara.

keindahan Danau Toba (foto di Parapat Kabupaten Simalungun)
Awalnya, saya menikmati keindahan Danau Toba dari Parapat, Kabupaten Simalungun. Disana saya pun menikmati indahnya pemandangan dan jernihnya air Danau, disitu juga terlihat para pencari ikan dan masyarakat yang setiap harinya mencari rezeki dengan menyewakan kapal boatnya kepada pengunjung. Pastinya dengan tarif yang sangat murah.

Seusia menikmati pemandangan dari Parapat atau Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, saya pun memutuskan untuk melakukan kunjungan ke daerah Kec Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Sepanjang perjalanan yang memakan waktu berkisar 1 jam 45 menit itu, terlihat pemandangan pepohonan yang hijau dan menyejukkan. Ini merupakan suatu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung, seusai perjalanan menggunakan bus selama 1 jam lebih, akhirnya saya sampai di Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa.

#ADA KULINER KHAS BATAK BUMBU ANDALIMAN

Disini awalnya saya sempatkan singgah untuk menyantap makan siang dengan masakan dan bumbu khas batak, yaitu Andaliman atau sering disebut dengan 'merica batak'. Ada ikan Mas masak arsik sampai dengan Pizza Andaliman, berbagai masakan/kuliner khas batak dan halal ini sangat pas dinikmati oleh berbagai kalangan. Pastinya ini akan menjadi ciri tersendiri untuk mendatangkan Wisman.

Seusai menyantap makan siang, akhirnya saya memutuskan mendatangi Pelabuhan Balige, iya Pelabuhan Balige ini ada di Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa. Di Pelabuhan ini, saya juga menemukan pemandangan yang sangat luar biasa. Air Danau Toba berwarna jernih ini menambah semangat untuk terus menikmatinya tanpa hambatan apapun.

Anak pencari Koin (foto di Pelabuhan Balige Kabupaten Toba Samosir) 
#ADA ANAK PENCARI KOIN DI BIBIR DANAU TOBA

Bukan itu saja, disini juga banyak anak-anak dibawah berusia 10 tahun mandi berenang di tepi danau atau bibir Danau Toba, anak-anak mayoritas lelaki ini berenang dengan menggunakan kolor (celana dalam) saja menunjukkan kealamianyaan. Uniknya disini, anak-anak yang berstatus pelajar ini berenang tanpa rasa takut untuk mencari rezeki.

Bagaimana cara anak-anak ini mencari rezekinya? Ya, disini anak-anak berenang menunggu para penumpang kapal dan mengelilingi kapal. Mungkin ini akan menjadi tradisi bagi anak-anak mencari rezeki. Dimana mereka (anak-anak berenang) menunggu penumpang kapal melemparkan, menjatuhkan uang lembaran kertas rupiah ataupun berbentuk koin, dengan cepatnya anak-anak ini akan berlomba menangkap dan mengejar uang yang dijatuhkan penumpang kapal. Pemandangan ini juga sering disebut dengan anak pemburu koin. Inilah kisah keindahan dan perjalananku di Danau Toba.(Artikel liburan reza fahlefy/suaraperubahan.co)



Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *