HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Contributors

Suparman Ngaku Bisa Loloskan CPNS Bidang Kesehatan di Sidang di PN Medan

Suparman (memakai peci)  saat di sidang di PN Medan
Medan (SP) - Salamah memberikan kesaksian dalam sidang diruangan Cakra 6, Pengadilan Negeri Medan pada Rabu (7/11/2018) sore. Kesaksian Salamah selaku saksi korban penipuan atas terdakwa Suparman.

"Sudah Rp 700 jutaan uang saya yang telah ditipu oleh Terdakwa, dia (terdakwa) mengaku bisa memasukkan CPNS," kata Salamah dihadapan Majelis Hakim T Oyong.

Salamah mengakui bahwa uang itu awalnya bukan uang pribadinya saja, melainkan uang temannya juga. Namun karena sebagai penanggung jawab, Salamah mengganti uang temannya itu.

"Ada 6 orang kami yang menjadi korban penipuannya dengan janji bisa masukkan CPNS. Untuk tamatan SMA, D3 dan S1 berbeda biayanya, namun dia (terdakwa) berjanji akan memasukkan CPNS sesuai dengan alamatnya masing-masing dalam bidang kesehatan," kata Salamah yang berprofesi sebagai Bidan.

“Saya waktu itu sangat percaya dengan kata-katanya, apalagi saat itu terdakwa ini masih gagah dan bekerja di PT Inalum,” sambung Salamah.

Adapun awal dari terjadinya peristiwa ini diakui Salamah bahwa dirinya dikenalkan oleh temannya. Bahkan uang yang diberikan Salamah kepada terdakwa dari tahun 2014, 2015.

"Tahun 2013 saya pernah ditipunya, namun ditahun itu sudah diselesaikan olehnya melalui anak terdakwa, namun entah mengapa saya begitu yakin terhadapnya bisa meloloskan CPNS sehingga ditahun 2014 saya kembali menyerahkan uang kepadanya," kata Salamah.

“Tadi saudari saksi bilang, pada tahun 2013 pernah menjadi korban penipuan seperti ini dengan terdakwa dan ketika itu uang Rp 100 juta ditipu namun akhrinya sudah dikembalikan. Lalu kenapa saudari masih percaya juga bahkan kejadian seperti ini masih terulang pada tahun,” ujar majelis hakim.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, saksi korban mengaku bahwa saat itu dia (terdakwa) sangat meyakinkan, apalagi terdakwa kerja di Inalum dan mengaku memiliki kenalan di BKN Pusat,"Jadi saya langsung percaya aja pak,” ujarnya.

Sidang akhirnya ditunda dengan agenda keterangan saksi.

Seusai sidang, pengacara terdakwa Suheri mengaku bahwa uang yang diterima oleh kliennya itu bukan sepenuhnya untuknya."Uang itu bukan untuk pak Suparman saja, ini kasus penipuan berantai," terangnya.

Diketahui dalam surat dakwaan JPU Ahmad Ketaren menyebutkan, Suparman didakwa melanggar pasal 378 ayat 1 ke 1 KUHPidana, tentang tindak pidana penipuan. (reza)


Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *